Di tengah keterbatasan ekonomi dan status sebagai guru honorer, semangat pantang menyerah seorang pria di Bekasi patut diacungi jempol. Adalah Bapak Rahmat (38 tahun), seorang guru honorer di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Bekasi, yang berhasil mengembangkan usaha bertani hidroponik di lahan sempit di sekitar rumahnya. Kegigihannya dalam bertani hidroponik kini membuahkan hasil yang manis, tidak hanya menambah penghasilan keluarga tetapi juga menginspirasi banyak orang di sekitarnya.
Bapak Rahmat memulai bertani hidroponik sekitar dua tahun lalu dengan modal seadanya. Berbekal informasi dari internet dan berbagai pelatihan daring, ia mencoba menanam berbagai jenis sayuran seperti selada, kangkung, dan bayam secara hidroponik. Awalnya, banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari gagal panen hingga serangan hama. Namun, dengan ketekunan dan terus belajar, ia berhasil mengatasi berbagai kendala tersebut.
Kini, kebun hidroponik Bapak Rahmat yang terletak di Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara, telah berkembang pesat. Ia memiliki beberapa instalasi hidroponik yang mampu menghasilkan panen sayuran secara rutin. Hasil panennya tidak hanya dikonsumsi sendiri tetapi juga dijual kepada tetangga sekitar dan beberapa pasar kecil di Bekasi. Kualitas sayuran hidroponik yang segar dan bebas pestisida menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggannya.
Keberhasilan Bapak Rahmat dalam bertani hidroponik ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Meskipun profesi utamanya adalah seorang guru honorer dengan penghasilan yang tidak seberapa, ia mampu memanfaatkan waktu luangnya untuk bertani hidroponik dan menghasilkan pundi-pundi rupiah tambahan. Kisah inspiratif Bapak Rahmat ini juga menarik perhatian Dinas Pertanian Kota Bekasi yang berencana memberikan dukungan dan pelatihan lebih lanjut agar usahanya semakin berkembang.
Bapak Rahmat berharap kisah suksesnya dalam bertani hidroponik ini dapat menginspirasi lebih banyak orang, terutama para guru honorer lainnya, untuk tidak mudah menyerah pada keadaan dan selalu mencari peluang untuk meningkatkan kesejahteraan. “Dengan kemauan dan kerja keras, kita pasti bisa meraih apa yang kita impikan,” pungkas Bapak Rahmat dengan penuh semangat saat ditemui di kebun hidroponiknya pada hari Kamis, 15 Mei 2025. Keberhasilannya bertani hidroponik menjadi contoh nyata bahwa inovasi dan ketekunan dapat membawa perubahan positif dalam hidup.