Setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri usai, masyarakat kini dapat bernapas lega. Pasalnya, pantauan di berbagai pasar tradisional dan modern menunjukkan bahwa harga sembako, khususnya beras dan kebutuhan pokok lainnya, terpantau stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. Stabilnya harga sembako ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat luas.
Menurut laporan dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang dirilis pada Minggu, 20 April 2025, harga rata-rata nasional untuk beras medium terpantau stabil di angka Rp 13.500 per kilogram. Begitu pula dengan harga sembako lainnya seperti minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, dan telur ayam yang juga menunjukkan tren stabil pasca hari raya. Stabilnya harga ini diduga kuat karena pasokan yang kembali lancar setelah periode permintaan tinggi selama Ramadan dan Lebaran.
“Kami terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah Indonesia. Alhamdulillah, pasca Hari Raya Idul Fitri, harga sembako terpantau stabil dan pasokan juga mencukupi,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Bapak Arif Lukman Hakim, dalam keterangan persnya.
Lebih lanjut, Bapak Arif Lukman Hakim menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya stabilisasi harga jauh sebelum hari raya tiba, termasuk menjaga ketersediaan stok, melakukan operasi pasar di beberapa wilayah, serta berkoordinasi dengan para distributor dan petani. Langkah-langkah antisipatif ini dinilai efektif dalam menjaga harga sembako tetap terkendali meskipun terjadi peningkatan permintaan selama periode Lebaran.
Pantauan di beberapa pasar tradisional di wilayah Jawa Barat, misalnya Pasar Baru Bandung dan Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, juga menunjukkan kondisi serupa. Para pedagang melaporkan bahwa harga beras dan harga sembako lainnya cenderung stabil dan bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan tipis. Hal ini tentu disambut baik oleh para konsumen yang tidak perlu khawatir dengan kenaikan harga yang signifikan setelah merayakan hari raya.
Meskipun demikian, pemerintah akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok. Langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi terjadinya fluktuasi harga di kemudian hari dan memastikan harga sembako tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat juga diimbau untuk tidak panik dan melakukan pembelian secara bijak sesuai dengan kebutuhan.