Karya inovatif dari insinyur muda Indonesia, Fayyadhatul, berupa Kawalan Dron canggih berbasis kecerdasan buatan (AI) kini menarik perhatian serius dari berbagai sektor industri domestik. Pengembangan Sistem Navigasi pintar yang memungkinkan drone beroperasi lebih akurat dan mandiri dalam lingkungan kompleks ini membuktikan potensi besar Inovasi Lokal dalam menjawab kebutuhan teknologi tinggi. Proyek Kawalan Dron ini, yang dikembangkan Fayyadhatul dan timnya di Startup Teknologi Dirgantara sejak awal tahun 2024, telah bertransformasi dari prototipe akademis menjadi solusi komersial yang menjanjikan.
Keunggulan utama dari Kawalan Dron ciptaan Fayyadhatul terletak pada Sistem Navigasi adaptif yang menggunakan algoritma deep learning. Sistem ini memungkinkan drone untuk menghindari rintangan bergerak secara real-time dan melakukan pemetaan 3D dengan presisi tinggi, menjadikannya ideal untuk aplikasi inspeksi infrastruktur dan pemantauan pertanian presisi. Pada demonstrasi yang diselenggarakan di Pusat Penelitian Teknologi (Puspitek) Serpong, Tangerang Selatan, pada 5 Mei 2025, drone tersebut berhasil melewati uji coba navigasi kompleks dengan tingkat akurasi 99,8%. Pengujian tersebut disaksikan langsung oleh perwakilan dari Kementerian Perindustrian dan perusahaan energi BUMN.
Permintaan industri terhadap Inovasi Lokal ini melonjak tajam terutama dari sektor energi dan perkebunan. Salah satu perusahaan minyak dan gas (Oil & Gas) terbesar di Indonesia telah menjajaki kerja sama untuk menggunakan Kawalan Dron ini dalam inspeksi pipa penyalur (pipeline) yang terbentang ribuan kilometer. Sebelumnya, inspeksi manual memakan waktu berminggu-minggu, kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan hari. Selain itu, Sistem Navigasi drone ini juga memiliki fitur keamanan data terenkripsi, yang merupakan syarat mutlak dalam proyek strategis nasional.
Pada bulan September 2025, Fayyadhatul dan timnya menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Asosiasi Perkebunan Kelapa Sawit (APKS) untuk implementasi Inovasi Lokal ini sebagai alat pemetaan kesehatan tanaman dan prediksi hasil panen. Kerjasama ini menunjukkan bagaimana teknologi Sistem Navigasi drone dapat memberikan efisiensi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas sektor agrikultur yang merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Dukungan dari pemerintah, termasuk pemberian insentif riset melalui LPDP dan fasilitasi uji coba dengan dukungan TNI AU, semakin memperkuat posisi Kawalan Dron ini sebagai produk kebanggaan Inovasi Lokal yang siap bersaing di pasar global.