Longsor Parah Putuskan Akses Jalan Utama di Kawasan Hambalang Bogor

Bencana alam tanah longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Bogor. Kali ini, kejadian longsor yang cukup signifikan terjadi di kawasan Hambalang, Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, pada Rabu pagi, 23 April 2025, sekitar pukul 07.00 WIB. Akibatnya, akses jalan terputus total dan mengganggu aktivitas warga serta arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Longsor diduga kuat disebabkan oleh tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Tanah yang labil di tebing jalan tidak mampu menahan beban air sehingga terjadi pergerakan tanah yang cukup besar. Material longsor berupa tanah, batu, dan pepohonan menutupi seluruh badan jalan, menyebabkan akses jalan terputus bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Menurut keterangan Kepala Desa Citeureup, Bapak Anwar Sadat (55 tahun), longsor terjadi cukup tiba-tiba dan suaranya menggelegar. “Pagi tadi sekitar jam tujuh, tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras. Pas dilihat, ternyata tebing jalan sudah longsor dan menutup jalan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian. Akibat akses jalan terputus ini, aktivitas warga yang hendak menuju tempat kerja atau sekolah menjadi terhambat.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bogor segera menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan. Mereka melakukan assessment terkait dampak longsor dan berupaya mencari solusi untuk membuka kembali akses jalan terputus tersebut secepatnya.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Bapak Budi Hermawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan DPUTR untuk mengerahkan alat berat guna membersihkan material longsor yang menutupi jalan. “Kami upayakan secepatnya akses jalan terputus ini bisa kembali dilalui. Alat berat sudah dalam perjalanan menuju lokasi,” katanya. Namun, proses pembersihan diperkirakan akan memakan waktu beberapa jam mengingat volume material longsor yang cukup banyak.

Selain menyebabkan akses terputus, longsor ini juga mengancam beberapa rumah warga yang berada di sekitar tebing. Pihak BPBD telah mengimbau warga yang tinggal di area rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras dengan durasi yang lama. Untuk sementara waktu, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif yang ada. Pihak kepolisian dari Polsek Citeureup juga berada di lokasi untuk membantu mengatur lalu lintas dan menjaga keamanan. Diharapkan, akses jalan terputus ini dapat segera dibuka kembali agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Back to Top