Kabar membanggakan kembali datang dari Pangandaran, Jawa Barat, di mana seorang pengrajin rumput gunung berhasil memukau pasar Eropa dengan inovasi produknya. Bapak Ujang Suryana (48 tahun), seorang pengrajin rumput berbakat, menciptakan beragam kerajinan tangan unik berbahan dasar rumput gunung kering, di antaranya tas etnik dan kendi artistik yang kini banyak diminati konsumen di Benua Biru. Keahliannya dalam mengolah rumput gunung menjadi produk bernilai jual tinggi ini telah membawanya menembus pasar internasional.
Sejak 15 tahun silam, Bapak Ujang setia menekuni kerajinan rumput gunung, meneruskan tradisi keluarga. Namun, ia tidak terpaku pada produk konvensional. Dengan sentuhan inovasi, ia berhasil menciptakan desain tas yang modern namun tetap mempertahankan keindahan serat alami rumput gunung. Tak hanya tas, ia juga mengembangkan produk kendi unik yang menggabungkan fungsi dan estetika, menjadikannya incaran para pecinta produk ramah lingkungan dan berestetika etnik di Eropa. Keunikan dan daya tahan produk pengrajin rumput ini menjadi daya tarik utama di pasar global.
Menurut Bapak Ujang, ide pembuatan tas dan kendi dari rumput gunung kering ini muncul dari keinginannya untuk memberikan nilai tambah pada bahan baku lokal yang melimpah. Ia memanfaatkan tekstur dan kekuatan rumput gunung untuk menciptakan produk yang tidak hanya indah tetapi juga fungsional. Berkat pemasaran melalui platform digital dan keikutsertaannya dalam pameran kerajinan virtual sejak pertengahan tahun 2024, pesanan dari Eropa terus mengalir, terutama dari Jerman, Belanda, dan Prancis. Keberhasilan pengrajin rumput ini turut memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar yang terlibat dalam proses pengumpulan bahan baku dan produksi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Pangandaran, Ibu Titi Sumiati, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kesuksesan Bapak Ujang. “Bapak Ujang adalah inspirasi bagi para pengrajin rumput lainnya. Kemampuannya dalam berinovasi dan menciptakan produk yang memiliki daya saing di pasar internasional, khususnya Eropa, sangat membanggakan. Pemerintah daerah akan terus mendukung upaya pengembangan produk kerajinan lokal agar semakin banyak pengrajin yang mengikuti jejak beliau,” ujar Ibu Titi Sumiati pada Senin, 14 April 2025. Kisah sukses pengrajin rumput dari Pangandaran ini membuktikan bahwa dengan kreativitas dan pemanfaatan sumber daya alam secara optimal, produk kerajinan Indonesia mampu bersaing dan memiliki daya tarik yang kuat di pasar global.