Kisah sukses Petani Alpukat Probolinggo menjadi inspirasi nyata bagaimana sinergi antara kerja keras petani dan dukungan perbankan mampu meningkatkan kesejahteraan. Berkat program pemberdayaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), alpukat kini tidak hanya menjadi komoditas unggulan daerah, tetapi juga sumber pendapatan yang menjanjikan.
Desa Maron, yang terletak di perbukitan Probolinggo, Jawa Timur, adalah salah satu sentra budidaya alpukat. Tanah subur di sana menjadi rumah bagi rimbunnya pohon alpukat yang dikelola oleh tangan-tangan terampil Petani Alpukat Probolinggo.
Salah satu sosok di balik kesuksesan ini adalah Dodik Handoko, Ketua Klaster Alpukat Probolinggo. Dodik adalah contoh nyata bagaimana sebuah inisiatif kecil bisa berkembang pesat berkat dukungan yang tepat.
Awalnya, Dodik hanya menjual sekitar 100 kilogram alpukat lokal ke pasar-pasar kecil. Namun, dengan bergabung dalam program “Klasterku Hidupku” BRI, usahanya mengalami peningkatan drastis. Ia kini mampu memasok 30 hingga 40 ton alpukat ke berbagai pasar di Indonesia.
Program Klasterku Hidupku merupakan inisiatif BRI untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pendampingan dan permodalan. Inilah yang menjadi kunci kesuksesan para Petani Alpukat Probolinggo.
Nama Alpukat Probolinggo kini telah dikenal luas, tidak hanya di Jawa, tetapi juga merambah pasar di Medan dan wilayah lainnya. Bahkan, alpukat dari Probolinggo telah menjadi ikon buah unggulan daerah tersebut.
Dodik bercerita, ia pertama kali mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp50 juta dari BRI pada tahun 2015. Dengan modal tersebut, ia terus mengembangkan usahanya hingga mampu memasarkan alpukat dalam skala puluhan ton.
Seiring dengan ekspansi usahanya, Dodik juga meningkatkan pinjaman KUR-nya hingga Rp150 juta. Pembayaran pinjaman selalu berjalan lancar, menunjukkan bahwa Petani Alpukat Probolinggo ini mampu mengelola keuangannya dengan baik.
BRI tidak hanya memberikan permodalan, tetapi juga menyediakan pelatihan dan program pemberdayaan lainnya. Ini membantu para petani dalam meningkatkan kualitas produk, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran.
Keberhasilan Petani Alpukat Probolinggo ini diharapkan dapat menginspirasi kelompok usaha lainnya di seluruh Indonesia.